Wednesday, 16 April 2014
Kajian Terbaru
You are here: Home - Risalah Kajian - Kajian Kamis - Talaq di dalam Islam
Talaq di dalam Islam

Talaq di dalam Islam

Meskipun pernikahan adalah merupakan sebuah ikatan yang sangat kuat, namun harus bisa dilihat sebagai sesuatu yang realistis dan logis, bahwa ada kalanya sebuah pernikahan harus dipisahkan. Dan talaq adalah cara untuk memisahkan ikatan pernikahan tersebut. Dalam sebuah hadist disebutkan bahwa talaq adalah perbuatan yang halal namun dimurkai oleh Allah SWT. Dikatakan halal berarti pada dasarnya talaq adalah sebagai jalan terakhir (darurat) untuk menyelamatkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Berdasarkan dalil-dalil dalam Al Qur’an dan As Sunnah para ulama mendefinisikan hal-hal yang memungkinkan talaq terjadi :
1. Talaq tidak boleh dilakukan oleh seorang istri
Sebagaian besar keinginan talaq dilakukan oleh seorang istri, namun Allah SWT tidak memberikan ijin bagi istri untuk mengajukan talaq. Karena pada dasarnya istri harus taat pada suami. Dimana mentaati tersebut adalah sebagian dari ibadah dalam sebuah rumah tangga. Terlepas apabila seorang suami berlaku zalim kepada istrinya. Sehingga dalam sebuah rumah tangga, yang membatalkan sebuah pernikahan datangnya harus dari suami.

2. Suami tidak boleh men-talaq istri-nya ketika dalam keadaan haid dan Suami tidak boleh men-talaq istri jika sang suami sudah menggauli istri pada kondisi subur/tidak haid.
Hal tersebut dimaksudkan agar jika sang suami melakukan talaq kepada istri, tidak disebabkan karena suami tidak mendapatkan apa yang diinginkan dari istrinya. Sehingga talaq harus dilakukan ketika istri dalam keadaan subur. Dan jika talaq tetap dilakukan ketika istri dalam kondisi haid, maka talaq tetap bisa dijatuhkan namun sang suami mendapatkan dosa. Jika terjadi hubungan suami-istri pada kondisi istri tidak haid, dan suami tetap menginginkan talaq maka suami harus menunggu masa suci istri pada bulan berikutnya.

3. Talaq bisa dibatalkan hanya dengan niat.
Pada dasarnya talaq yang diucapkan oleh seorang suami tidak diperlukan seorang saksi ataupun persetujuan dari istri. Jika proses talaq harus diucapkan dari suami, sedangkan untuk proses rujuk tidak perlu diucapkan, cukup dengan niat dalam hati.

Beberapa hal yang muncul dalam kajian tentang talaq ini adalah :

  • Proses talaq yang kemudian rujuk bisa dilakukan paling banyak 3kali secara berulang.
  • Proses talaq dan rujuk bisa dilakan di masa iddah maupun diluar masa iddah. Masa Iddah adalah masa dimana seorang istri yang sudah di talaq tidak boleh keluar dari rumah suami sampai 3kali masa suci.
  • Jika sudah melewati masa iddah maka proses perceraian sudah terjadi, dan suami-istri harus hidup terpisah.
  • Jika sudah cerai dan menginginkan untuk rujuk, maka harus dilakukan dengan proses pelamaran, akad-nikah, ijab qobul seperti halnya pernikahan pada umumnya.
  • Tidak boleh menikah dengan niatan untuk di talaq.

Tanya Jawab »

T :Bagaikama jika masa suci berlangsung berbulan-bulan dalam proses talaq, apakah masa iddah bisa dihitung berdasarkan bulan??
J :Tidak bisa, karena ketentuan-nya adalah masa iddah berlangsung dalam kurun waktu 3kali masa suci, bukan selama periode 3 bulan.

T : Dalam periode masa iddah, apakah suami diperbolehkan menikah lagi??
J :Boleh, dan antara istri yang baru dengan istri yang dalam masa iddah harus tinggal serumah.

T :Seorang istri yang ditinggal suami berbulan-bulan tanpa ada pemenuhan nafkah terhadap istri, apakah bisa dianggap otomatis telah cerai??
J :Tidak, karena yang bisa membuat otomatis cerai yaitu ketika sebelumnya sang suami sudah menjelaskan :

  • Kalau ditinggal beberapa bulan
  • Kalau istri keberatan
  • Kalau istri mengadukan ke pengadilan
  • Kalau pengadilan mengesahkan pengaduan istri
 

About Dr Ahmad Sarwat LC

Ust. Ahmad Sarwat, Lc dilahirkan di Cairo tanggal 19 Sept 1969. Riwayat pendidikan di S1- Fak Syariah Universitas Islam Al-Imam Muhammad Ibnu Suud Kerjaan Saudi Arabi di Jakarta (LIPIA) dan S2 - Institut Ilmu AlQuran (IIQ) Konsentrasi Ulumul-Quran & Ulumul-Hadits (belum selesai). Sedangkan pekerjaan beliau adalah sebagai Dosen Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), Pengasuh Rubrik Syariah dan Kehidupan di www.warnaislam.com dan Dosen Kampus Syariah (kuliah syariah online via internet) - www.kampussyariah.com. Situs resmi Ustad Ahmad Sarwat dapat di akses di www.ustsarwat.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Scroll To Top